Home Kabupaten Kupang Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe Diperiksa Jaksa Soal Kasus Rp. 6, 5...

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe Diperiksa Jaksa Soal Kasus Rp. 6, 5 Miliar

286
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe akhirnya diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang.

Wakil Bupati Kupang ini diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kabupaten Kupang terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kabupaten Kupang senilai Rp. 6, 5 miliar tahun 2015 – 2016 lalu.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menjalani pemeriksaan di ruang Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (15/6/2022) kemarin.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 wita hingga pukul 12.00 Wita itu, Wakil Bupati Kupang itu dicecar dengan sejumlah pertanyaan terkait dengan kapasitasnya sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang.

Jerry Manafe diperiksa sebagai saksi untuk perkara mantan Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Johanis Ottemoesoe yang menjadi tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kupang senilai Rp 6,5 miliar pada tahun anggaran 2015 dan 2016.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe yang juga mantan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang, kepada wartawan membenarkan bahwa dirinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal Pemkab Kupang kepada PDAM Kabupaten Kupang.

Menurut Jerry dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik sekaligus Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Achmad Fauzi, SH., dirinya ditanyakan beberapa hal menyangkut penyertaan modal dari Pemkab Kupang ke PDAM Kabupaten Kupang tahun anggaran 2015 dan 2016 senilai Rp 6,5 miliar.

“Saya telah menyampaikan apa adanya kepada penyidik yang memeriksa,” kata Jerry Manafe yang sebelumnya mendatangi kantor Kejari Kabupaten Kupang dengan menggunakan mobil dinas DH 2 B.

Politisi senior yang juga Ketua Umum Gapeksindo NTT itu juga menegaskan bahwa semua yang ditanyakan oleh pemeriksa sudah dijawab dengan sejujur-jujurnya.

“Apa yang saya tahu, saya menjawab. Soal jumlah pertanyaan lumayan, tapi saya tidak hafal,” sebut Jery Manafe sembari mengaku bahwa ini merupakan pemeriksaan pertama dirinya dalam perkara tersebut.

Jerry juga menyatakan siap memberikan keterangan tambahan apabila diperlukan penyidik.

“Sebagai warga negara yang baik saya harus kasih. Saya harus koperatif, sudah berani menjadi pejabat atau sudah pernah menjabat, harus kooperatif dan jangan bicara yang tidak benar. Karena dengan manusia kita bisa tipu, tapi dengan Tuhan tidak bisa tipu. Kita bisa bersandiwira denganĀ  orang, tapi dengan Tuhan. Itu perinsip saya, sehingga apa adanya saya akan bicara seperti itu,” tegasnya.

Jerry Manafe mengakui saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kupang memang tidak ada evaluasi terhadap penyertaan modal ke PDAM Kupang.

Masalah penyertaan modal ke PDAM Kabupaten Kupang menurut Jerry Manafe, memang ada dan sudah terjadi, namun secara detailnya ia mengaku tidak terlalu mengetahuinya, karena hal itu dilakukan antara Pemkab Kupang dan PDAM Kupang.

“Saya ikut pada saat penetapan penyertaan modal tersebut. Kalau proses itu rana TAPD. Kalau terkait penggunaannya memang harus dipertanggung jawabkan,” tandas Jerry.

Menurut dia, sejak dirinya dilantik pada April 2019 sebagai Wakil Bupati Kupang, sebulan kemudian dia langsung melakukan sidak di PDAM Kabupaten Kupang dan menemukan banyak persoalan di perusahaan daerah milik Pemkab Kupang itu.

“Pada bulan Mei 2019 saya lakukan sidak, hasilnya ada, saya sudah temukan banyak hal, dan sampai dengan saat itu, sampai 2022, saat saya habis sidak itu, tidak ada PAD atau setoran dari PDAM ke kas daerah. Setelah saya sidak itu, ada penyetoran Rp 1 miliar tapi tindak lanjutnya saya tidak tahu,” sebut Jerry Manafe yang didampingi ajudannya.

“PDAM ini perusahaannya kan profit oriented, jadi harus ada pengembalian atau nilai tambah kepada pemerintah. Karena kita tidak bisa lihat output nya saja, tapi outcome nya apa. Kalau ada penyertaan modal maka harus ada setoran PAD ke kas daerah,” lanjut dia.

Evaluasi menurut Jerry Manafe, tidak saja dilakukan terkait penyertaan modal Rp 6,5 miliar, tetapi juga menyangkut masalah kinerja, komplain masyarakat di lapangan, dan juga masalah personel.

“Evaluasi terhadap PDAM harus dilakukanĀ  karena banyak hal yang harus diperbaiki, dan sebagai Wakil Bupati saya memiliki fungsi pengawasan,” tegas Jerry lagi.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here